Whenever the continuity of a family business comes up, attention usually narrows to a single question: who replaces whom? Will the child take over the parent’s business? Who becomes CEO?
Whenever the continuity of a family business comes up, attention usually narrows to a single question: who replaces whom? Will the child take over the parent’s business? Who becomes CEO?
Belum lama ini, Green Mountain Coffee Roasters, Inc. (GMCR), sebuah perusahaan kopi dan mesin pembuat kopi yang bermarkas di Waitsfeld, Vermont, Amerika Serikat (AS), mengumumkan relokasi Keurig, anak perusahaannya yang berbasis di Massachusetts, ke sebuah kompleks kantor di Burlington, Mass.
Saat krisis ekonomi melanda negara-negara Asia pada akhir sembilan puluhan, Charoen Pokphand (CP), konglomerat asal Thailand, termasuk yang terkena dampak paling parah. Kabar baiknya, CP lantas menyadari bahwa mereka telah masuk ke dalam terlalu banyak bisnis. Oleh karenanya, CP memutuskan
Karyawan yang makan gaji buta tak disukai bukan hanya oleh bos melainkan juga rekan kerjanya. Namun, tak banyak orang tahu seperti apa karyawan yang makan gaji buta. Semua orang yang bekerja tentu ingin memperoleh gaji yang cukup untuk memenuhi kebutuhan
Tech II Inc. adalah sebuah bisnis keluarga yang berasal dari Springfield, Ohio, Amerika Serikat. Perusahaan ini memproduksi kemasan plastik (plastic packaging) berkualitas tinggi untuk industri barang kemasan konsumen. Saat ini, Tech II dipimpin generasi kedua, dan menggunakan cetakan injeksi dan thermoforming untuk
Menjual Bisnis Keluarga, Perlukah? Selama lebih dari satu abad, tiga generasi keluarga Bucherer membangun salah satu peritel jam tangan dan perhiasan paling eksklusif di dunia, menjual jam tangan mahal dan permata berkilauan kepada orang kaya dan terkenal di dunia. Namun menurut
Bisnis keluarga merupakan suatu fenomena tersendiri dalam dunia bisnis. Selain jumlahnya yang sangat banyak, Bisnis keluarga juga mempunyai andil yang cukup signifikan bagi pendapatan negara. Berdasarkan hasil wawancara dengan dengan John Davis dari Harvard Business School, sekitar dua pertiga bisnis di





